Dian Sastrowardoyo

"You are what you love Charlie, not who loves you.."
by Donald Kauffman in Adaptation

My Photos

30012008243 30012008245 30/01/2008 POLAROID DIAN
View more photos >

Recent comments

  • T163R LAND: Belum ada kabar lagi nich. Waah mendadak hujan di daerah Blok-M, Kemang, Bangka, Tirtayasa,Wijaya. Ok...
  • V: gw gak yakin film ini bakal booming.
  • rizal: Semoga mimpi kamu tentang bangsa ini akan menjadi menjadi bangsa yang berfikr bisa meneruskan cita2 pendiri...
  • dany saktia juang perwira: ketika dunia memberikan segalanya kepada kamu…saya harap kamu mengerti bahwa itu...
  • david: kpan mbak filmna kluar………
August 26th, 2008

drupadi photo behind the scene

86 comments »

August 26th, 2008

drupadi photo adegan

46 comments »

August 26th, 2008

drupadi pers release

dikutip dari siaran pers drupadi saat konferensi pers tanggal 21 Agustus 2008

Siaran Pers

Untuk pemuatan segera

DRUPADI

Sebuah film  kolaborasi seni peran, musik dan tari siap meluncur Desember 2008

 

                                                      ***

 

                                               Aku bersumpah….

Demi langit dan bumi

Demi harkatku sebagai puteri agni

Aku tak akan mengikat rambutku

Sebelum mencucinya dengan darah Dursasana

                                                               (Sumpah Drupadi kepada para dewa)

         Rampung sudah tahap pengambilan gambar film Drupadi, produksi SinemArt Pictures. Disutradarai oleh Riri Riza, film Drupadi menampilkan Dian Sastrowardoyo sebagai Drupadi, seorang puteri raja dari Panchala yang kelak  dipertaruhkan dan dihina dalam sebuah permainan dadu.

         Film ini mengangkat sepenggal lakon dari  kisah klasik Mahabharata karya Mpu Vyasa asal India yang telah menyebar ke seluruh Asia, termasuk ke Indonesia. Jika lazimnya Mahabharata berkisah tentang perseteruan dua kelompok sepupu Pandawa dan Kurawa, maka film ini memilih sudut pandang Drupadi sebagai pusat dari seluruh cerita.

         Syahdan, Drupadi digambarkan sebagai puteri raja Panchala yang lahir dari api (agni) dan diturunkan ke dunia untuk menemani Krisna untuk mengakhiri satu babak kehidupan manusia. Drupadi digambarkan sebagai seorang puteri tercantik di seluruh jagad, sehingga semua ksatria dari seluruh penjuru ikut berlomba untuk merebut hatinya. Dalam sebuah sayembara memanah, adalah Arjuna yang berhasil memenangkan pertandingan itu, meski akhirnya, karena sebuah takdir yang tak terelakkan, Drupadi menjadi isteri dari Pandawa.

         Di sebuah permainan dadu yang penuh muslihat yang digelar oleh Kurawa, Drupadi dipertaruhkan oleh suaminya sendiri.

Dadu yang terbuat dari tulang manusia

yang telah binasa dengan sia-sia.

Dadu yang berdansa dengan mahir

dan memiliki segala daya sihir..

 

Apa yang kemudian terjadi dengan Drupadi? Bisakah dia melawan? Permainan dadu yang penuh strategi dan muslihat dan perlawanan Drupadi yang menolak dijadikan komoditas —yang kelak akan membawa pada peperangan Bharatayudha yang dahsyat—menjadi puncak dari film ini.

                                                      ***

         Baik Dian Sastrowardoyo, Riri Riza, Mira Lesmana maupun Leila Chudori, sepakat bahwa daya tarik untuk mengangkat sosok ini karena Drupadi  adalah perempuan yang menolak dijadikan barang taruhan; dan pada masanya, dialah satu-satunya perempuan yang berani bersuara dan menggugat ketidakadilan yang menimpanya.

Film Drupadi juga mempertemukan kembali dua bintang  papan atas yang telah sekian lama absen dari dunia seni peran Dian Sastrowardoyo (Drupadi) dan Nicholas Saputra (Arjuna). Di film ini pula, keterlibatan Dian tidak sebatas sebagai pemain belaka. Bersama Mira Lesmana dan Wisnu Darmawan, Dian juga bertindak sebagai produser yang ikut membidani lahirnya film ini.

 Sederet nama-nama besar  lain turut pula mendukung terlaksananya proyek ini, di antaranya Butet Kartarejasa yang berperan sebagai  Sengkuni, paman dari Kurawa yang licik dan penuh muslihat; Dwi Sasono sebagai Yudhistira; Ario Bayu sebagai Bhima dan pendatang baru,si kembar  Aditya Bagus Santosa dan Aditya Bagus Sambada berperan  sebagai Nakula dan Sadewa.

 Pihak Kurawa sebagai representasi angkara murka dan musuh bebuyutan Pandawa dimainkan oleh murid-murid padepokan seni Bagong Kussudiardjo dengan  dua pemeran utama, yakni Whani Darmawan sebagai Suyudana, dan Djarot B. Dharsana sebagai Dursasana. Sedangkan Donny Alamsyah berperan sebagai Adipati Karna, kakak tiri Pandawa yang ada di pihak Kurawa.

         Selain bertumpu pada cerita yang kuat dan seni peran pemainnya, film ini juga menggabungkan beberapa unsur teater, tari musik dan perkawinan kostum Jawa dan Sumatra.

                                                                                    ***

PROYEK Drupadi bermula dari keinginan Dian Sastrowardoyo dan Leila S. Chudori, yang ingin membuat sebuah karya seni, khususnya film, dengan tema yang berbeda dari film-film yang beredar saat ini. Sewaktu ide ini disampaikan kepada Leo Sutanto, produser dan pemilik SinemArt, gayung pun  bersambut. SinemArt mendukung penuh dan memberi ruang seluas-luasnya dalam proses kreatif, semua ditujukan agar film Drupadi terwujud dan Leo Sutanto menyatakan bersedia menjadi Produser Eksekutif. “Saya ingin mendukung Dian yang selalu sangat serius dalam seni peran,” tutur Leo Sutanto. “Menurut saya, Dian jangan hanya bersinar di perfilman Indonesia saja, tetapi saya ingin suatu hari Dian juga melangkah ke dunia internasional.”

Untuk proyek ini, Riri Riza didapuk sebagai sutradara. Riri Riza dikenal sebagai seorang sutradara yang sangat serius dan intens dalam karyanya. “Jika melihat kisah Drupadi, sangat relevan dengan persoalan masa kini,” kata Riri, “Drupadi memiliki peran yang besar dalam kisah Mahabharata. Dia mempertanyakan banyak hal, tetapi di kemudian hari dia menjadi barang taruhan. Dia menggugat dengan caranya sendiri dan terus mencari keadilan hingga akhir cerita.”

Riri menolak untuk membuat dikotomi film seni atau film komersil. “Film Drupadi dibuat sebagai suatu produk yang serius, tetapi kami ingin penonton bisa menikmatinya dan merasa ada kaitan dengan persoalan yang dihadapinya.”

         Bagi Mira Lesmana, membuat Drupadi adalah “tantangan untuk menyatukan suatu cerita yang memiliki sentuhan tradisi dan memberikan elemen kontemporer.” Mira menunjuk bagaimana semua yang terlibat sepakat bahwa meski film ini menggunakan latar belakang Jawa klasik, tetapi kostum para tokoh dipadu dengan berbagai elemen daerah lain, misalnya Sumatra.

 Skenario yang dikerjakan oleh Leila S. Chudori yang mengambil dari beberapa versi novel Mahabharata karya P.Lal, N.K Narayan dan Ramesh Menon. Dari karya-karya tersebut dan melalui riset beberapa versi di Jawa dan Bali, Leila kemudian membuat tafsir sekitar hubungan antara Drupadi, Arjuna dan Bhima.

Djaduk Ferianto bertanggung jawab atas penata musik, sementara tata  artistik dipercayakan pada Ong Hari Wahyu dan Mohammad Marzuki.  Film Drupadi juga menggandeng Gunnar Nimpuno sebagai penata kamera dan Chitra Subijakto sebagai penata busana. Dalam produksinya, Drupadi juga didukung sepenuhnya oleh Padepokan Seni Bagong Kussudiardjo

Ditemui di sela-sela syuting film yang mengambil lokasi di Yogyakarta dan sekitarnya, Dian  menyatakan,” Film Drupadi dibuat sebagai apresiasi kami, para pekerja seni, kepada dunia seni Indonesia, dan juga memberikan  warna baru dalam industri perfilman.”

         Mengapa Drupadi? “Karena sosok Drupadi adalah simbol dari perjuangan perempuan yang menolak dijadikan komoditas dan selalu bertindak untuk memanusiakan dirinya,” tutur Dian.

Film Drupadi dijadwalkan untuk diluncurkan kepada umum sebagai bagian dari Jakarta International Film Festival (JIFFEST) Desember 2008.

 

Untuk informasi  dan perkembangan film Drupadi, silakan kunjungi laman www.drupadithemovie.com atau tim kreatif dan komunikasi :

 

Tentang SinemArt

 

Sinemart  didirikan oleh Leo Sutanto, Sentot Sahid, Heru Hendriyarto dan Lala Hamid tahun 2003. Adalah  Leo Sutanto, yang telah berkarir lebih dari 25 tahun di panggung perfilman, yang memiliki keinginan dan obsesi untuk menberikan karya-karya yang inspiratif baik di layar kaca maupun film namun juga harus membumi dan dapat diterima luas oleh publik. Seperti visi SinemArt, yang merupakan gabungan tiga kata : ‘Sinema’, ‘art’ dan ‘mart’. Terobosan besar SinemArt dalam industri hiburan televisi adalah adaptasi film layar lebar “Ada Apa Dengan Cinta?” (2003) yang menjadi sebuah serial TV paling sukses saat itu. Proses audisi para pemeran dikemas dalam bentuk reality show berskala nasional pertama di Indonesia. Sejak saat itu berbagai terobosan dan inovasi menjadi bagian dari proses kreatif. Hingga kini, SinemArt telah bertumbuh dengan pesat dan menjadi rumah produksi terkemuka di Indonesia, dengan portfolio lebih dari 100 judul sinetron dan beberapa film layar lebar di mana hampir semua produksi Sinemart mendapat tanggapan positif dari publik. Hal ini bisa dilihat dari angka rating yang selalu tinggi dan banyaknya jumlah penghargaan yang diterima. Informasi lebih lanjut tentang SinemArt bisa didapat dari laman www.sinemart.com.

         Film Drupadi adalah kerjasama ketiga antara SinemArt dengan Dian Sastrowardoyo. Kerjasama pertama adalah film Ungu Violet (Rako Priyanto, 2005) dan yang kedua adalah serial TV Dunia Tanpa Koma (Maruli Ara, 2006) yang berhasil meraih sebagai Sinetron Terpuji Festival Film Bandung tahun 2007.

 

 

Lampiran 1 Karakter Utama dan Tim Produksi

Karakter Utama

 

DRUPADI ( Dian Sastrowardoyo)

Drupadi digambarkan sebagai wanita paling jelita di jagat yang lahir dari api. Dalam Mahabharata, karakter Drupadi sangat menonjol selain karena kecantikannya, ia juga sangat cerdas, berani dan tak segan mengungkapkan pendapatnya. Drupadi melawan saat dirinya dijadikan barang taruhan.

Hingga akhir cerita, Drupadi terus mencari keadilan saat perang Bharatayudha.

YUDHISTIRA (Dwi Sasono)

Putera Dewi Kunti dan Betara Dharma yang memiliki sifat sangat bijaksana. Sabar, tak pernah membunuh, tak pernah ikut perang,dan baik hati. Kelemahannya hanya satu: gemar bermain dadu dan gampang ditipu.

BHIMA (Ario Bayu)

Putera dari Dewi Kunti dengan Betara Bayu yang bertubuh besar dan kekar, nyaris menyerupai raksasa. Ia sangat sakti, jujur, setia namun juga garang dan pemarah. Bhima tidak pernah menyembah siapapun, termasuk terhadap dewa.

ARJUNA (Nicholas Saputra)

Putera Dewi Kunti dengan Betara Indra. Paling tampan di seluruh jagad, sakti dan ahli memanah. Adalah Arjuna yang memenangkan Drupadi dalam pertandingan busur,  tapi kemudian Drupadi dipersembahkan kepada seluruh Pandawa. Arjuna adalah putera Pandawa yang paling dicintai Drupadi.

NAKULA (Aditya Bagus Santosa )

Putera kembar Dewi Madrim dengan Batara Aswin. Berkekuatan 100 tenaga manusia.

SADEWA (Aditya Bagus Sambada )

Sadewa  adalah putera Dewi Madrim dengan Batara Aswin Ia saudara kembar Nakula dan bungsu dari Pandawa. Mempunyai kepandaian 100 cendekia dan bijak bagai 100  resi.

ADIPATI KARNA (Donny Alamsyah)

Adipati Karna adalah kakak tiri Pandawa. Ia putera Dewi Kunti dengan Batara Surya. Saat itu Kunti masih remaja, tak sengaja ia memanggil Dewa dengan sebuah mantra dan terjadilah percintaan yang membuahkan Karna. Karena saat itu Kunti masih belia, Karna dibuang di sungai Gangga dan diangkat anak oleh pasangan sais kereta di Hastina, kerajaan tempat Kurawa memerintah. Karna diangkat sebagai Adipati dan menjadi bagian Kurawa. Kelak dalam perang Baratayudha, ia berperang membela Kurawa dan melawan adiknya sendiri, Arjuna.

SUYUDANA ( Whani Darmawan)

Suyudana adalah raja Hastinapura, ia putera Prabu Destarata dan Dewi Gandari, tertua dari 100 bersaudara. Seratus bersaudara ini dikenal dengan nama Kurawa. Kejam, penuh kedengkian dan selalu iri dengan apa dimiliki para sepupunya, Pandawa.

DURSASANA (Djarot B. Dharsono)

Putera kedua Kurawa, berwajah raksasa, gemuk, keji dan mengerikan. Dalam permainan dadu di mana Drupadi dipertaruhkan, Dursasana diperintah untuk mengambil Drupadi. Karena Drupadi menolak, Dursasana mempermalukan Drupadi dan berusaha memperkosanya di  hadapan seluruh Kurawa

PATIH SENGKUNI (Butet Kartaredjasa)

Sengkuni adalah paman Kurawa, adik dari dewi Gandari. Ia bersifat licik dan penuh muslihat. Arsitek  manuver Kurawa adalah Sengkuni. Permainan dadu yang kemudian kelak membawa kedua kelompok sepupu ini kepada sebuah peperangan terbesar di jagad ini, adalah Sengkuni agar semua yang dimiliki Pandawa berpindah tangan. Konon dadu Sengkuni terbuat dari tulang-tulang manusia.

 

ANGGOTA KURAWA LAINNYA diperankan oleh murid-murid Padepokan Seni Bagong Kussudiardja.

 

TIM PRODUKSI

Produksi                          :        SinemArt Pictures

Produser Eksekutif          :        Leo Sutanto, Elly Yanti Noor

Sutradara                        :        Riri Riza

Produser                         :        Mira Lesmana, Dian Sastrowardoyo, Wisnu Darmawan

Skenario                         :        Leila S.Chudori

Diambil dan ditafsirkan kembali dari kisah klasik Mahabharata

Co Produser                     :        Butet Kartaredjasa

Co Produser                     :        Novi Christina, Mitzy Christina, Cindy Christina

Penata Kamera                 :        Gunnar Nimpuno

Penata Musik                    :        Djaduk Ferianto

Penata Artistik                  :        Ong Hari Wahyu dan Mohammad Marjuki

Penata Tari                       :        Sutopo Tedjobaskoro

Penata Kostum dan Stylist   :        Chitra Subijakto

Still Photographer                :        Anton Ismael- Third Eye Photography

Art work                               :        Ario Anindito

Penari                                   :        Padepokan seni Bagong Kussudiardja

58 comments »

August 26th, 2008

drupadi

Akhirnya  selesai juga syuting drupadi, film pendek yang menjadi obsesi kami selama berbulan-bulan, bahkan seingatku lebih dari satu tahun. Masih satu step lagi yang harus dijalani : post production, tapi setidaknya sudah tidak se-hectic masa persiapan dan syuting. Personally, aku ingin berterima kasih kepada semua pihak yg telah membantu  terwujudnya film ini. Sinemart dan Pak Leo Sutanto, mbak Leila Chudori, Mira Lesmana dan Mas Riri Riza,mas Wisnu- partner kerjaku, semua temen2 pemain dan kru : You are the best! I’m very fortunate to have you all and be a part of this production!

dan karena mood-ku masih di drupadi, rasanya belum siap pindah ke  ”updating blog- mode” (another excuse, i know) aku akan lampirkan pers release drupadi dan bbrp foto behind the scene (thx mas Anton Ismael dan tim ), semoga dapat gambaran seperti apa filmya

 

65 comments »

April 26th, 2008

Things that amazes me

373 comments »

April 22nd, 2008

wira usaha muda mandiri part 2

Dari beberapa comment tentang posting-an roadshow WMM, yang paling banyak adalah pertanyaan: apa sih WMM itu? dan gue sebenarnya di situ ngapain?

Rasanya kurang fair kalo gak cerita dari awal ya. The basic problem is: gue punya banyak bahan untuk ditulis, tapi untuk memindahkan isi kepala gue ke tulisan di blog, rasanya butuh perjuangan sendiri, nyari waktu di antara hal-hal lain yang harus gue kerjain juga ( another excuse of being a not–so-organized person-a.k.a pemuaaalas hohoho)

WMM atau wirausaha muda mandiri adalah program CSR(corporate social responsibility) Bank Mandiri yang intinya mengajak generasi muda, terutama dari kalangan mahasiswa, untuk mengubah mindset dari nyari kerja setelah lulus, jadi menciptakan lapangan kerja dengan jadi wirausaha( istilah kerennya “entrepreneur” lah)

Kenapa gue jadi bisa ikutan di dalam program ini adalah karena pertama-tama gue jadi MC buat acara awarding night Wirausaha Muda Mandiri, kalo gak salah bulan Oktober (atau November ya?). Ternyata sebelumnya ada workshop-nya juga (yang ternyata keren banget dan gue nyesel abis gak ikutan). Bayangin, pembicaranya top semua: Hermawan Kertajaya, TP Rachmat, Bapak Dorodjatun Kuntjoro Jakti, Ir. Ciputra, dll

Nah, di acara itu, gue dapat info yang bikin gue kaget banget. Ir. Ciputra bilang bahwa: buat jadi negara maju, diperlukan paling sedikit 2% dari penduduknya adalah entrepreneur. Kalo nggak salah*, di Singapore ada sekitar 7 %, Amerika punya 5 %, SEMENTARA di Indonesia?????………Cuma kurang dari 0,18 % saja yang entrepreneur. Fakta ini cukup membuka pandangan gue tentang hal ini, karena terus gue baru tau bahwa bisnis-bisnis kecil, bisnis mikro, atau usaha-usaha kecil menengah itu adalah jajaran terdepan dalam perekonomian suatu negara. Sebelumnya gue mikirnya kata ‘enterepreneur itu hanya berlaku untuk pengusaha-pengusaha besar yang udah jadi konglomerat gitu. Sejak itu, gue antusias banget bahwa angka kurang dari 0,18% itu harus berubah, harus naik.

Sekitar sebulanan kemudian, mbak Nina dari Bank Mandiri menghubungi mas Wisnu dan menanyakan kemungkinan kerja bareng sebagai duta program WMM. Of course gue seneng banget dan langsung setuju. Tadinya gue sempat berpikir, setelah workshop waktu itu, apa lagi kelanjutannya ya bank Mandiri dalam mewujudkan rencananya untuk mencetak wirausahawan-wirausahawan muda? Maksud gue, setelah faktanya dijabarkan, ada nggak sih solusi atau opsi untuk keluar dari masalah itu? Ternyata, mereka serius banget mikirin dan hasilnya adalah program WMM ini.

Singkatnya, setelah beberapa kali pertemuan dan presentasi(termasuk fit and proper test dalam rapat bidang), gue resmi ditunjuk jadi duta WMM.

Gue mikir sederhana aja, I’m not a superwoman, tapi gue percaya bahwa hal-hal besar itu bermula dari sesuatu yang kecil. Jadi saat gue ditawarin buat ambil bagian dari sebuah program yang bertujuan menaikkan angka 0,18 % jadi 2 % saja setidaknya, opsi apa lagi yang gue punya selain dengan antusias menyambutnya?

Selain jadi juru bicara dan mensosialisasikan program WMM, gue juga dituntut untuk menjadi contoh entrepreneur, which is sebenarnya gue dan management team di belakang gue juga udah lama banget sudah punya beberapa rencana bisnis yang akan dikerjakan. Makanya, konsekuensi dari status gue sebagai duta WMM ini otomatis bikin deadline dari rencana-rencana bisnis kami jadi maju semua. (Huiiihihihiii…., again the not-so-organised person,…. Huuuuhuhuuuuu)

Kemudian kita workshop ke beberapa kota…Yogyakarta, Bandung, Banjarmasin, Surabaya, Palembang dan minggu lalu ke Medan n abis ini masih ada beberapa kota lagi yang harus didatangi

Guys, seru bangeeeeeet!

Di samping ketemu temen-temen mahasiswa, sekarang gue punya keluarga baru nih, ada tim PKBL (Program kemitraan dan bina lingkungan) dan micro business yang punya gawe : Pak Suko, mBak Nina, mBak Lysa and all Mandiri team, lalu dari Indonesia Lima (Rayes, mas Nito, Miky-Miko cs), kemudian new member of trio cemonk : Artika –Revi, dan pemenang WMM tahun lalu : Hendi, Saptuari, Elang. Dan ujung-ujungnya, habis kerja, langsung urusan perut yang dipikirin. Berwisata kuliner di mana lagi ya?

Satu lagi, gue salut dan angkat jempol buat kesungguhan Bank Mandiri. Di tiap workshop, direktur-direkturnya terjun langsung, and you know what? gak cuma seremonial, tapi langsung jadi moderator buat hamper semua sesi diskusinya dan ngasih rangkuman di akhir acara. Bahkan waktu di Surabaya, Pak Agus Martowardojo sendiri yang jadi moderator di sesi bareng Ir. Ciputra. Wooow! Banyak ilmu dan contoh yang bisa dipelajari banget….!!!!!

Waduh,ternyata panjang juga intro tentang WMM ya. Gue rencananya mau nulis apa yang ada di kepala, terus ngedit dan ngilang-ilangin bagian yang gak perlu, tapi kok ternyata gue suka semua J

*(correct me if I’m wrong, does anybody have an accurate number? please share!)

286 comments »

Page 1 of 612345»...Last »